Lamination pastry

HISTORY OF LAMINATION PASTRY

Sebagian besar sejarawan menelusuri asal-usul croissant ke Austria, tempat kue ini awalnya dikenal sebagai kipferl, yaitu roti gulung berbentuk bulan sabit yang terbuat dari adonan ragi. Catatan tertulis menunjukkan bahwa kipferl sudah ada sejak abad ke-13, meskipun beberapa sejarawan berpendapat bahwa kue ini mungkin sudah ada sejak jauh sebelumnya.

Menurut cerita rakyat yang populer, kue ini diciptakan untuk merayakan kekalahan Kekaisaran Ottoman dalam Pertempuran Wina. (Bentuk bulan sabitnya merujuk pada bendera Ottoman.)

Lamination pastry

1839: Evolusi Sang Croissant

Teknik laminasi berubah selamanya ketika seorang perwira Austria bernama August Zang membuka toko roti ala Wina di Paris pada tahun 1839. Ia memperkenalkan Kipferl, pastri berbentuk bulan sabit yang terbuat dari adonan brioche ragi yang padat. Para pembuat roti Prancis menyukai bentuknya, tetapi mereka memilih untuk menerapkan teknik laminasi puff pastry khas mereka sendiri. Dengan menambahkan ragi ke dalam adonan laminasi, mereka berhasil menciptakan kroisan modern—sebuah perpaduan sempurna antara teknik laminasi Prancis dan bentuk khas Austria.

Revolution of Lamination Pastry

Akar Kuno (Mesir & Mediterania)

Bangsa Mesir Kuno dianggap pelopor dengan membuat adonan tepung, air, dan madu. Teknik adonan tipis mirip filo sudah digunakan oleh orang Yunani, Romawi, dan Fenisia. 

Abad Pertengahan & Revolusi Mentega

Di Eropa, teknik ini berkembang dengan menambahkan lemak (mentega/lemak babi) untuk menciptakan tekstur renyah. 

Inovasi Puff Pastry

Teknik puff pastry atau adonan berlapis (laminated dough) modern diyakini ditemukan oleh pelukis Prancis, Claude Gelée, pada abad ke-17. 

Pengembangan di Prancis

Prancis menyempurnakan berbagai jenis pastry, termasuk croissant yang berakar dari roti Kipferl Austria, yang kemudian dikembangkan dengan teknik laminated pastry menjadi lebih flaky. 

Asal Nama

Istilah pastry berasal dari kata "paste" (campuran tepung, cairan, dan lemak) atau bahasa Prancis "patisserie".

Lamination pastry
Lamination pastry

Akar Kuno: Teknik Menumpuk vs. Melipat

Jauh sebelum laminasi modern ditemukan, para pembuat roti di Timur Tengah dan Mediterania kuno menciptakan tekstur renyah dengan metode yang berbeda: phyllo atau yufka. Alih-alih melipat lemak ke dalam adonan, mereka menggilas adonan hingga setipis kertas lalu menumpuk lembaran-lembaran tersebut sambil mengolesi setiap lapisannya dengan minyak atau mentega cair. Meski cara ini menghasilkan tekstur garing yang lezat (seperti Baklava modern), teknik ini belum bisa menghasilkan volume mengembang yang tinggi dan berongga seperti laminasi modern yang sebenarnya.

"Lay some Butter in little Pieces over the flour dough..." 

-Great British Chefs-

© Copyright 2025 Mobirise - All Rights Reserved

Offline Website Builder